BUDIDAYA DAN PRODUKSI BENIH BAYAM

I. Pendahuluan
Bayam merupakan salah satu sayuran daun terpenting di Asia dan Afrika. Sayuran ini merupakan sumber kalsium, zat besi, vitamin A dan Vitamin C. Dalam 100 gram bagian bayam yang dapat dimakan mengandung sekitar 2,9 mg zat besi (Fe). Bayam adalah tanaman semusim yang berumur pendek dan dapat dibudidayakan dengan mudah di pekarangan rumah atau lahan pertanian. Berdasarkan cara panennya bayam dibagi dua, yaitu bayam cabut dan bayam petik (bayam kakap). Panduan ini merupakan panduan untuk budidaya bayam cabut.

II. Kultur Teknis
Persiapan lahan
Persiapan lahan yang tepat dapat menghasilkan kualitas bayam yang baik. Bayam ditanam pada bedengan setinggi 20 cm (musim kemarau) dan 30 cm (musim hujan). Panjang bedengan yang biasa dipakai adalah 150 cm dengan lebar 90 cm.Tanam
Ada dua cara penanaman bayam, yaitu secara langsung dan melalui persemaian terlebih dahulu. Perbedaan kedua cara ini berdasarkan pada ketersediaan benih, tenaga kerja dan musim.
Tanam
Ada dua cara penanaman bayam, yaitu secara langsung dan melalui persemaian terlebih dahulu. Perbedaan kedua cara ini berdasarkan pada ketersediaan benih, tenaga kerja dan musim.

1. Penanaman secara langsung
Kebutuhan benih adalah 0.5 – 1 g/m2 dimana 1 g berisi sekitar 1000 benih. Benih bayam sangat kecil sehingga pada saat tanam harus dicampur dengan tanah dengan perbandingan 1 : 1. Bayam ditanam pada larikan dengan lebar larikan 10 cm dan kedalaman 0.5-1 cm, kemudian benih bayam ditabur dengan jarak 5 cm dalam larikan tersebut dan ditutup dengan tanah menggunakan ayakan.
2. Penanaman secara tidak langsung
Benih bayam ditabur pada bedeng persemaian atau pada plastik pengecambah lalu ditutup dengan pelepah daun pisang atau plastik hitam selama 4-5 hari. Setelah itu bibit dibumbun selama 2 minggu, kemudian bibit siap ditanam di lapangan dengan jarak tanam 10-15 cm x 5-10 cm. Penanaman sebaiknya dilakukan pagi atau sore hari.

Pengairan
Bayam relatif toleran terhadap kondisi kering namun kekurangan air akan menurunkan hasil. Penyiraman dilakukan apabila tidak ada hujan, dengan interval 1-2 kali/minggu.
Pemupukan
Selama periode pertanaman dilakukan empat kali pemupukan seperti pada tabel berikut :

Aplikasi Waktu Jenis Pupuk Dosis
1 Saat Tanam 1. Kotoran Kuda/Domba/Ayam
2. NPK 15 : 15 : 15
1. 20 kg/ha
2. 10 g/tanaman
2 10 hst NPK 15:15:15:15 10 g/tanaman
3 20 hst NPK 15:15:15:15 10 g/tanaman
4 30 hst NPK 15:15:15:15 10 g/tanaman

hst : hari setelah tanam
Pemeliharaan
Pemeliharaan tanaman meliputi pengendalian gulma dan pengendalian organisme pengganggu tanaman (OPT).

1. Pengendalian Gulma
Pengendalian gulma dapat dilakukan dengan empat cara yaitu : (1) pengendalian gulma pada saat persiapan lahan; (2) Pemakaian mulsa; (3) penyiangan secara manual dengan tangan; (4) aplikasi herbisida
2. Pengendalian OPT
OPT Jenis Pengendalian
Hama Ulat penggorok daun
Ulat penggulung daun
Kutu daun
Kepik
Tungau
1. Menutup bedengan dengan kain kasa
2. Pestisida kimiawi
Penyakit Karat daun Fungisida

Panen
Bayam siap panen 20-45 hari setelah tanam. Panen dapat dilakukan dengan dua cara : (1) sekali panen yaitu memanen seluruh bagian tanaman untuk bayam cabut (2) beberapa kali yaitu memetik daun dan batang muda dengan interval 2-3 kali/minggu untuk bayam petik.

III. Produksi Benih
Pada dasarnya tata cara produksi benih tanaman bayam sama seperti tata cara budidaya untuk konsumsi, namun ada beberapa hal yang membedakan, diantaranya berupa tindakan roguing, isolasi, dan prosesing benih, yang mana bertujuan untuk menjaga kemurnian sifat dan fisik dari varietas bayam yang diproduksi benihnya.
Persyaratan tanah
Tanah yang akan digunakan untuk produksi benih bayam sebaiknya adalah tanah bera, bekas tanaman lain, atau bekas bayam dari varietas yang sama. Bila tanahnya bekas tanaman bayam dari varietas lain, maka harus diberakan selama 3 bulan.
Isolasi
Pertanaman bayam yang akan diproduksi benihnya harus terpisah dari pertanaman varietas lainnya dengan jarak paling sedikit 200 meter. Apabila ada dua varietas yang berbeda dan bloknya saling berdampingan, maka tanggal tanamnya diatur sedemikian rupa sehingga saat berbunganya berbeda minimal 60 hari.
Roguing
Roguing adalah tindakan seleksi dengan membuang bibit atau tanaman yang mempunyai tipe simpang atau sakit. Dalam produksi benih tindakan roguing tanaman bayam harus dilakukan pada beberapa tahap, diantaranya : tahap pembibitan di persemaian, tahap pertumbuhan, dan tahap berbunga di lapangan. Hal-hal yang harus diperhatikan pada waktu roguing adalah : keseragaman tipe pertumbuhan, bentuk daun, warna daun, warna batang, dan bentuk tandan bunga.
Panen dan prosesing benih
Hal yang harus diperhatikan saat panen dan prosesing benih adalah kebersihan alat dan wadah dari campuran varietas bayam lain. Panen benih dilakukan apabila tandan bunga bayam telah matang fisiologis yaitu bila telah berwarna coklat (3 bulan setelah semai). Selanjutnya tandan bunga dikeringkan di bawah sinar matahari sekitar 3-4 hari. Setelah benih dirasa cukup kering (KA 10 %), selanjutnya tandan bunga diremas secara halus sehingga benih bayam terkupas kulitnya. Selanjutnya benih-benih bayam tersebut ditampi untuk dipisahkan dari kotoran, kemudian di kemas dalam kemasan yang kedap udara dan air, misalnya dalam kemasan alumunium foil. Dapat juga benih bayam dikemas dalam kantong kertas atau plastik, kemudian diletakkan dalam kotak atau kaleng yang tertutup rapat dan telah diberi bahan pengering didalamnya (misal : serbuk gergaji atau kapur). Kotak/kaleng tersebut simpan di tempat yang kering dan sejuk.

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Cara budidaya timun suri organik

Cara budidaya timun suri organik

Budidaya timun suri tanpa pupuk dan pestisida kimia

Tanaman timun suri di Cemoro Sewu, Jetis.

Meskipun nama dan bentuknya mirip mentimun, namun tanaman timun suri ini memiliki sifat yang berkebalikan dengan mentimun. Timun suri tidak termasuk kedalam keluarga timun-timunan, namun justru masuk kedalam keluar labu-labuan seperti melon, semangka dan blewah. Petani mengenal timun suri sebagai tanaman yang bandel karena meskipun hamanya seperti hama pada timun, tapi timun suri jarang menyerah dalam menghadapi hama-hama tersebut. Hal ini salah satunya disebabkan oleh keserampakan dalam pertumbuhan cabang dan tunas batangnya yang cukup banyak dan kokoh. Budidaya timun suri biasanya berkisar sampai 130 HST. Timun suri mengalami puncak permintaannya setiap bulan puasa sebagai sajian untuk berbuka.

Buah timun suri bermanfaat dalam mencegah timbulnya kanker saluran pencernaan. Timun suri kaya akan provitamin A, berfungsi menjaga kesehatan mata dan sebagai antioksidan alami pencegah rusaknya sel tubuh  penyebab penuaan dini. Vitamin C di dalam timun suri juga tinggi, vitamin ini  mampu mencegah timbulnya ganguan penyakit flu dan inveksi karena sifat vitamin C dapat berfungsi sebagai anti virus dan pencegah infeksi. Selain vitamin, mineral esensial seperti kalsium, fosfor dan zat besi juga banyak terdapat di dalam timun suri.

Pengolahan lahan

Cangkul halus tanah yang akan dipakai untuk budidaya timun suri lebih baik ditanam pada tanah datar dan tidak dibuat bedengan. Lalu lakukan pembuatan lubang tanam berukuran 1 x 1 meter, masukkan pupuk kompos ataupun pupukkandang kadalam tiap lubang masing-masing sekita 1 kg. lalu diamkan selama 2 hari.

Penanaman

Penanaman dilakuakn setelah tanah yang diberi pupuk dibiarkan selama 2 hari. Msukkan benih sebanyak 2 biji kedalam setiap lubang tanam lalu kemudian tutup  dan siram secara teratur sampai tanaman tumbuh. Biasanya tanaman tumbuh secara serempak pada 7 HST. Jika ada yang belum tumbuh sampai umur tersebut maka lakukan penyulaman dengan menanam benih timun suri kembali. Benih timun suri biasanya dipakai minimal 1 tahun setelah diproduksi, kekuatannya tergantung pada perawatan dan penyimpanan benih, biasanya benih maksimal bisa digunakan sampai ia berumur 1,5 tahun. Cara pembuatan benih untuk budidaya timun suri sama dengan pembuatan benih pada timun. Umur benih yang baik adalah minimal sekitar 100 hari, caranya dengan memilih buah yang sudah tua yakni yang sudah terlepas dari pangkal batangnya.

Perawatan

Pada umur 7 HST juga lakukan penyiangan, namun jika tanaman sudah tua dan berbuah tanama ini malah mampu bersaing dengan gulma, bahkan jika sudah berbuah, gulma ini menguntungkan karena menjadi alas antara buah dengan tanah. Karena apabila timun suri sudah berbuah, setiap buah yang membesar sebaiknya dialasai dan tidak berhubungan langsung dengan tanah untuk menghindari buah dimakan cacing dan hewan hewan yang berasal dari dalam tanah. Timun suri merupakan tanaman yang bandel dan tahan kekeringan. Untuk itu penanganannya tidak terlalu sulit dan tidak perlu disiram secara rutin.

Panen

Umur 100 HST, timun suri sudah bisa mulai dipanen. Panen biasanya dilakukan sampai tanaman berusia 130 HST. Panen dilakukan dengan cara mengecek buah yang sudah lepas dari tangkainya. Biasanya panen dilakukan sampai 10 x pengambilan. Lakukan pencucian, sortasi dan pengkelasan lalu packing untuk dijual ke pasar ataupun kerumah-rumah.

Good Luck

Posted in Uncategorized | Leave a comment

SORGUM SEBAGAI BAHAN BAKU BIOETANOL

SORGUM UNTUK PRODUKSI BIOETANOL

Posted in Uncategorized | Leave a comment